Yesus Ditolong Simon Dari Kirene

Yesus Ditolong Simon Dari Kirene

Aku sedang dalam perjalanan menuju Kalvari. Orang-orang keji itu, khawatir kalau-kalau Aku mati sebelum mencapai tujuan, mencari seseorang untuk membantu-Ku memanggul Salib, dan dari sekitar sana mereka menahan seseorang bernama Simon.

Lihatlah dia yang berjalan di belakang-Ku, membantu-Ku memanggul Salib, dan di atas segalanya renungkanlah dua hal: orang ini kurang memiliki kehendak baik, dan seorang upahan sebab jika ia datang dan membantu-Ku memanggul Salib, itu karena ia dipaksa melakukannya. Sebab itu, apabila ia merasa terlalu capai, ia membiarkan beban lebih berat menimpa-Ku dan karenanya Aku terjatuh hingga dua kali.

Orang ini membantu-Ku memanggul sebagian Salib, tetapi tidak seluruh Salib-Ku.

Ada jiwa-jiwa yang berjalan seperti ini di belakang-Ku. Mereka bersedia membantu-Ku memanggul Salib, tetapi mereka masih risau akan kenyamanan dan istirahat. Banyak jiwa-jiwa lainnya bersedia mengikuti-Ku dan, dengan maksud ini, mereka memeluk hidup sempurna. Namun demikian, mereka tidak meninggalkan kepentingan diri mereka sendiri, yang terus-menerus, dalam banyak perkara, menjadi prioritas mereka. Itulah sebabnya mengapa mereka terhuyung-huyung dan menjatuhkan Salib-Ku apabila salib dirasa terlalu berat menekan mereka. Mereka berhati-hati untuk berkurban dengan cara seringan mungkin, mereka menimbang-nimbang penyangkalan diri mereka, mengelak dari direndahkan dan dari berlelah-lelah sebanyak mungkin, dan, mengingat-ingat mungkin dengan penyesalan, apa-apa yang telah mereka kurbankan, mereka berusaha untuk mendapatkan bagi diri mereka sendiri kenikmatan-kenikmatan dan kesenangan-kesenangan tertentu.

Dengan kata lain, ada jiwa-jiwa yang begitu mementingkan diri sendiri dan egois hingga mereka datang mengikuti-Ku, lebih untuk diri mereka sendiri daripada untuk-Ku. Mereka bersedia berserah diri hanya untuk menyampaikan apa-apa yang menyusahkan mereka dan apa-apa yang tak dapat mereka hindarkan…. Mereka membantu-Ku memanggul hanya sebagian kecil saja dari Salib-Ku, dan dengan cara begitu rupa hingga mereka nyaris tak mendapatkan jasa-jasa yang amat dibutuhkan bagi keselamatan mereka. Dalam keabadian, mereka akan melihat bagaimana mereka telah jauh menyimpang dari jalan yang seharusnya mereka tempuh.

Sebaliknya ada jiwa-jiwa, dan tidak sedikit jumlahnya yang, tergerak oleh kerinduan akan keselamatan tetapi terutama karena kasih yang diilhamkan melalui permenungan akan apa yang telah Aku derita bagi mereka, memutuskan untuk mengikuti-Ku di jalan menuju Kalvari. Mereka memeluk hidup sempurna dan membaktikan diri demi melayani-Ku, tak hanya membantu-Ku memanggul sekedar sebagian dari Salib, melainkan seluruhnya. Satu-satunya kerinduan mereka adalah memberi-Ku istirahat dan menghibur-Ku. Mereka mempersembahkan diri pada apapun yang diminta Kehendak-Ku dari mereka, mencari semuanya yang dapat menyenangkan-Ku. Mereka tiada memikirkan jasa-jasa atau ganjaran yang menanti mereka, pun kelelahan atau penderitaan yang mengikuti. Satu-satunya hal yang mereka tahu adalah kasih yang dapat mereka nyatakan kepada-Ku, dan penghiburan yang mereka berikan kepada-Ku….

Jika Salib-Ku diwujudkan dalam bentuk suatu penyakit, jika Salib-Ku tersembunyi di bawah suatu tugas kewajiban yang bertentangan dengan minat mereka dan yang kurang sesuai dengan kemampuan mereka; jika Salib-Ku disertai dengan ketiadaan orang-orang yang mendukung mereka, maka mereka menerimanya dengan penyerahan total.

Oh! Inilah jiwa-jiwa yang sungguh memanggul Salib-Ku; mereka memujanya. Mereka menimba manfaat darinya, untuk memastikan Kemuliaan-Ku, tanpa adanya kepentingan lain atau ganjaran lain selain dari Kasih-Ku. Mereka inilah jiwa-jiwa yang merenungkan-Ku dan Memuliakan-Ku.

Jika engkau tiada melihat hasil dari kurban-kurbanmu, dari penyangkalan dirimu, ataupun jika engkau melihatnya di kemudian hari, yakinlah bahwa semuanya itu bukannya sia-sia dan tanpa hasil, melainkan sebaliknya, buahnya akan berlimpah ruah.

Jiwa yang sungguh mengasihi, tidak menghitung-hitung berapa banyak ia telah berkurban atau bekerja, pun jiwa tidak mengharapkan imbalan ini atau itu, melainkan jiwa hanya mencari apa yang diyakininya akan mendatangkan kemuliaan bagi Tuhan-nya…. Bagi Dia, jiwa tidak mempedulikan kerja keras ataupun kepenatan. Jiwa tidak menjadi gelisah ataupun resah, jauh dari itu, sebab jiwa tidak kehilangan kedamaian apabila mendapati dirinya dirintangi atau direndahkan, sebab satu-satunya motivasi jiwa bagi perbuatan-perbuatannya adalah kasih, dan kasih menghapuskan segala konsekuensi dan akibat. Inilah tujuan dari jiwa-jiwa yang tidak mencari ganjaran. Satu-satunya yang mereka rindukan adalah Kemuliaan-Ku, penghiburan-Ku, istirahat-Ku, dan oleh sebab itu mereka memanggul Salib-Ku dan segala beban yang ingin dibebankan Kehendak-Ku atas mereka.

Anak-anak-Ku, sapalah Aku dengan nama-Ku, sebab Yesus berarti segalanya. Aku akan membasuh kakimu, kaki yang telah melangkah di atas jalanan yang licin dan sekarang terluka oleh sebab membentur bebatuan. Aku akan menghapus airmatamu, menyembuhkanmu, mengecupmu, dan engkau akan tetap sehat dan tiada mengenal jalan lain selain dari jalan yang menghantarmu kepada-Ku.

Sekarang kita telah tiba di Kalvari! Khalayak ramai begitu antusias sebab saat-saat yang mengerikan telah menjelang…. Kehabisan tenaga karena lelah capai, Aku nyaris tak dapat berjalan. Kaki-Ku berdarah karena batu-batu jalanan…. Tiga kali Aku terjatuh sepanjang perjalanan: yang pertama, untuk memberikan kekuatan kepada para pendosa yang biasa jatuh dalam dosa agar bertobat; kedua, untuk menyemangati jiwa-jiwa yang jatuh karena menjadi lemah dan jiwa-jiwa yang dibutakan oleh kesedihan dan kegalauan agar bangun dan dengan gagah berani mulai berjalan di atas jalan keutamaan; dan ketiga, untuk membantu jiwa-jiwa agar dijauhkan dari dosa pada saat ajal mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 4 =