{"id":203,"date":"2021-07-12T10:14:43","date_gmt":"2021-07-12T03:14:43","guid":{"rendered":"https:\/\/sahabatbaik.com\/?p=203"},"modified":"2021-07-14T17:38:54","modified_gmt":"2021-07-14T10:38:54","slug":"yesus-dalam-perjalanan-menuju-kalvari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sahabatbaik.com\/?p=203","title":{"rendered":"Yesus Dalam Perjalanan Menuju Kalvari"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Marilah kita lanjutkan, puteri kecil-Ku. Ikutlah Aku dalam perjalanan menuju Kalvari, terseok-seok di bawah beban berat Salib\u2026.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara Hati-Ku diliputi dukacita atas kebinasaan abadi Yudas, para algojo yang keji, tanpa peduli akan kesakitan-Ku yang hebat, membebankan ke atas pundak-Ku yang penuh luka suatu Salib yang keras dan berat di mana Aku akan menggenapi misteri Penebusan dunia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Renungkanlah Aku, wahai Malaikat-Malaikat Surgawi. Lihatlah, Sang Pencipta segala alam raya yang mengagumkan; Tuhan kepada siapa segenap roh-roh surgawi menghaturkan sembah sujud; Tuhan yang berjalan terhuyung-huyung menuju Kalvari sementara memanggul balok yang kudus dan terberkati di pundak-Nya; Tuhan yang akan menyambut napas-Nya yang terakhir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Juga, lihatlah Aku, wahai kalian jiwa-jiwa yang rindu untuk menjadi pengikut-Ku yang setia. Tubuh-Ku, yang dihancur-remukkan oleh begitu banyak siksa aniaya, berjalan terseok tanpa tenaga, bermandikan keringat dan Darah\u2026. Aku menanggung sengsara, tanpa seorang pun menaruh belas kasihan atas sengsara-Ku! Khalayak ramai berjalan bersama-Ku dan tak ada barang seorang pun yang berbelas kasihan kepada-Ku. Mereka semua mengelilingi-Ku bagai serigala-serigala lapar, yang tak sabar untuk segera melahap korbannya\u2026. Segenap roh-roh jahat keluar dari neraka untuk melipatgandakan sengsara-Ku.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lelah capai yang Aku rasakan sungguh luar biasa dan Salib begitu berat menekan, hingga separuh perjalanan Aku jatuh terkapar. Lihatlah, bagaimana orang-orang yang tak berperikemanusiaan itu membangkitkan-Ku dengan cara yang paling brutal. Seorang mencengkeram lengan-Ku, yang lain menarik jubah-Ku yang telah lengket pada luka-luka-Ku, sehingga luka-luka terkoyak lagi\u2026. Yang satu merenggut leher-Ku, yang lain menjambak rambut-Ku, lainnya lagi melancarkan pukulan-pukulan mereka dan bahkan tendangan-tendangan mereka yang kuat ke sekujur Tubuh-Ku. Salib jatuh menghimpit-Ku dan dengan berat bebannya mengakibatkan luka-luka baru. Wajah-Ku babak-belur menghantam batu-batu jalanan dan darah yang mengaliri wajah-Ku merembesi mata-Ku yang nyaris tertutup karena sembab oleh pukulan-pukulan; debu dan lumpur bercampur dengan darah dan Aku berubah menjadi sosok yang teramat mengerikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">BapaKu mengutus Malaikat-Malaikat untuk membantu-Ku menopang Diri agar Tubuh-Ku jangan sampai tak sadarkan diri apabila terjatuh, supaya pertempuran tidak dimenangkan sebelum waktunya dan segenap jiwa-jiwa-Ku tak terselamatkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aku berjalan di atas bebatuan yang mengoyak kaki-Ku. Aku tersandung dan jatuh, lagi dan lagi. Aku melihat ke kedua sisi jalan, mencari-cari barang sedikit tatapan kasih, penyerahan diri, persatuan dengan sengsara-Ku, tetapi \u2026 Aku tiada mendapatinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anak-anak-Ku, kalian yang mengikuti jejak-Ku, janganlah lepaskan salib kalian bahkan meski tampaknya amat berat. Lakukanlah itu untuk-Ku. Dengan memanggul salibmu, engkau membantu-Ku memanggul salib-Ku, dan di jalan-jalan yang sulit, engkau akan mendapati BundaKu dan jiwa-jiwa kudus yang akan memberimu dukungan dan penghiburan. Teruslah bersama-Ku sejenak lagi, dan beberapa langkah di depan engkau akan mendapati-Ku di hadapan BundaKu yang Tersuci yang, dengan Hati-nya ditembusi dukacita, datang menyongsong-Ku karena dua alasan: untuk mendapatkan lebih banyak kekuatan dalam menanggung dukacita melihat Tuhannya dan, dengan sikapnya yang gagah berani, untuk memberi semangat kepada Putranya untuk terus melanjutkan karya Penebusan-Nya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Renungkanlah kemartiran dua Hati ini. Apa yang paling dikasihi BundaKu adalah Putranya\u2026. BundaKu tiada dapat meringankan sengsara-Ku dan ia tahu bahwa kunjungannya akan menjadikan dukacita-Ku bertambah parah, tetapi juga akan menambah kekuatan-Ku untuk menggenapi Kehendak Bapa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">BundaKu adalah yang paling Aku kasihi di dunia ini, dan bukan saja Aku tak dapat menghiburnya, tetapi keadaan-Ku yang begitu menyedihkan, seperti yang dilihatnya, membuat hatinya berdukacita sedalam dukacita-Ku. Ia membiarkan dirinya terisak dan airmatanya berderai. Dalam hatinya ia menanggung kematian yang Aku tanggung dalam Tubuh-Ku. Oh, betapa matanya menatap lekat pada-Ku dan mata-Ku padanya! Kami tiada mengucapkan sepatah kata pun, tetapi Hati kami saling berbicara begitu banyak hal dalam tatapan yang memilukan ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ya, BundaKu menjadi saksi atas segala siksa aniaya Passio-Ku, yang melalui wahyu ilahi dihadirkan di hadapan rohnya. Beberapa murid, meski mereka tinggal jauh karena takut kepada orang-orang Yahudi, berusaha mencari tahu segalanya dan mengabarkannya kepada BundaKu\u2026. Ketika BundaKu mengetahui bahwa hukuman mati telah dimaklumkan atas-Ku, ia pergi menyongsong-Ku dan tidak meninggalkan-Ku barang sejenak pun hingga mereka membaringkan-Ku dalam makam.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Marilah kita lanjutkan, puteri kecil-Ku. Ikutlah Aku dalam perjalanan menuju Kalvari, terseok-seok di bawah beban berat Salib\u2026. Sementara Hati-Ku diliputi dukacita atas&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":204,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[14],"class_list":["post-203","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-catalina-rivas","tag-catalina-rivas"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sahabatbaik.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/203","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sahabatbaik.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sahabatbaik.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sahabatbaik.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sahabatbaik.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=203"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/sahabatbaik.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/203\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":250,"href":"https:\/\/sahabatbaik.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/203\/revisions\/250"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sahabatbaik.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/204"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sahabatbaik.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=203"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sahabatbaik.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=203"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sahabatbaik.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=203"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}